Jl. SM. Raja No. 126A Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, Indonesia
(0624) 2109, HP : 081361513180 call center PMB Y-ULB : (0624) 7671311
info.stkip-labuhanbatu.ac.id - stkip1999@gmail.com

WORKSHOP PENGGUNAAN APLIKASI PIN DAN SIVIL

UNGGUL – PROFESIONAL – KOMPETITIF - MANDIRI - BERKARAKTER

WORKSHOP PENGGUNAAN APLIKASI PIN DAN SIVIL

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi selalu berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Peningkatan kualitas tersebut mulai dari dukungan produk hukum, penyediaan fasilitas dan perangkat lunak pendukung implementasi kebijakan.

Salah satu perangkat lunak yang dibangun adalah pangkalan data pendidikan tinggi. Pangkalan data tersebut hadir dengan nama yang mengalami perubahan seiring dengan cakupan dan perkembangan data perguruan tinggi.

Nama pertama dikenal dengan EPSBED (Evaluasi Program Studi Berbasis Evaluasi Diri) yang didukung dengan sistem under DOS. Dalam sistem tersebut terdapat data dosen, data mahasiswa, sarana prasarana, proses belajar mengajar, penelitian dosen, nilai mahasiswa, pengajuan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).

Kemudian berkembang menjadi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dengan cakupan data lebih luas dan memuat program studi, profil PT, profil dosen dan data profil mahasiswa.

Kemudian PDPT berubah menjadi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi dengan sebutan PD DIKTI dengan alamat web http://forlap.dikti.go.id/ yang bisa diakses siapapun, kapanpun dan dimanapun. Operator PD DIKTI di perguruan tinggi menginput data secara offline dan dapat disinkronkan (sinkronisasi) setelah data diinput secara online.

Perubahan perangkat lunak dan nama pada pangkalan data tersebut menimbulkan konsekuensi semakin banyak data perguruan tinggi yang harus diinput. Misalkan pada EPSBED tidak ada input tentang data nomor seri ijazah, sedangkan pada PDPT harus dilakukan input, sehingga input data akan dilakukan dalam jumlah besar dan memerlukan waktu agar semua data dapat ditampilkan.

Kebenaran data yang dinput sangat ditentukan ketelitian operator masing-masing perguruan tinggi. Apabila data yang tampil terdapat kesalahan, maka dapat dilakukan pembetulan (sinkronisasi) dengan menyertakan dokumen yang diperlukan sistem. Sistem tersebut baik secara offline maupun online ditujukan dalam rangka melindungi data mahasiswa dan perguruan tinggi dari penyalahgunaan oeh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam sistem tersebut, data pembelajaran mahasiswa akan ditampilkan secara lengkap tiap semester, sehingga mekanisme ini melindungi dan dapat membuktikan bahwa mahasiswa yang bersangkutan benar-benar mengikuti proses perkuliahan dan administrasi yang diatur oleh perguruan tinggi.

Sistem juga mencatat tentang status mahasiswa tiap semester, apakah aktif, cuti, mengundurkan diri, atau habis masa studi (drop out). Data terekam sedemikian rupa termasuk nilai tiap mata kuliah. Akan menimbulkan pertanyaan besar apabila seorang lulusan perguruan tinggi tanpa memiliki riwayat pembelajaran sebagaimana yang ditampilkan dalam link https://forlap.ristekdikti.go.id/mahasiswa.

Apabila proses dilindungi, maka output juga dilindungi. Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor: 700/B/SE/2017 tanggal 12 Desember 2017 tentang Penggunaan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik (SIVIL).

Implementasi PIN dan SIVIL didasari oleh: (1) Undang-undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi; (2) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 44 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, (3) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 61 tentang Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, dan (4) Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi No. 32 tentang Akreditasi Program Studi berbasis web dengan alamat https://ijazah.ristekdikti.go.id/ dan https://pin.ristekdikti.go.id/pin/.

Setelah implementasi Surat Edaran tersebut, nomor seri ijazah akan memiliki format yang sama antar perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yaitu 15 angka (digit) yang terdiri kode program studi (5 digit), tahun lulus (4 digit), nomor urut yang yang diperoleh dari generator numeric (otomatis) sistem PIN dan 1 digit yang merupakan check digit. Selama uji coba SIVIL memiliki alamat akses ke http://103.56.190.37/.

SIVIL dibuat dalam rangka mendukung implementasi PIN dan juga digunakan untuk mengecek ijazah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi. Nomor seri ijazah sebelum implementasi PIN akan sangat beragam tergantung kebijakan perguruan tinggi masing-masing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *